Elnusa, Membangun Ketahanan Bisnis agar Tumbuh Berkelanjutan

Agung Fibrianto, Head of BOD Support & Investor Relations PT Elnusa Tbk.

Nama PT Elnusa Tbk. sudah cukup dikenal oleh para pelaku bisnis sebagai salah satu pemain penting di industri minyak dan gas (migas) nasional, terutama di sektor hulu migas. Perusahaan yang punya visi “menjadi perusahan jasa energi terkemuka yang memberikan solusi total” ini memiliki tiga bisnis inti, yakni jasa hulu migas, jasa distribusi dan logistik energi, serta jasa pendukung migas.

Di bidang jasa hulu migas, Elnusa mengerjakan kegiatan ekplorasi dan eksploitasi migas di darat (onshore) atau laut (offshore). Ini dimulai dari studi geologi, survei geofisikia dan seismik, jasa pengeboran, esktraksi, pemurnian dan produksi serta lifting minyak dan gas alam, jasa EPC (engineering, procurement & construction), serta layanan O&M (operation & maintenance).

Di bidang jasa distribusi dan logistik energi, layanan Elnusa mencakup transportasi bahan bakar, pengelolaan pengisian bahan bakar di SPBU, penyimpanan bahan bakar, perdagangan bahan kimia, hingga warehousing. Adapun di bidang pendukung bisnis migas, ruang lingkup layanannya meliputi jasa fabrikasi, penguliran pipa, manajemen data di industri migas, dan jasa transportasi kelautan.

Dari segi organisasi, Elnusa merupakan bagian dari Pertamina Group, yakni sebagai anggota subholding Upstream Pertamina. Kepemilikan saham Elnusa dipegang oleh PT Pertamina Hulu Energi sebesar 51,1%, dan sisanya oleh investor publik.

Menurut Agung Fibrianto, Head of BOD Support & Investor Relations PT Elnusa Tbk., dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa menghadapi sejumlah tantangan bisnis terkait perkembangan ekonomi nasional dan global. Di antaranya, gejolak pertumbuhan ekonomi dunia yang bahkan sempat anjlok karena pandemi Covid-19, mencapai -3,1% pada 2020, lalu sempat naik menjadi 6,1% pada 2021, tapi turun lagi menjadi 3,1% pada 2022.

Tantangan lainnya, laju inflasi Indonesia yang terus meningkat, dari 1,68% di tahun 2020 menjadi 1,87% di tahun 2021, dan melonjak menjadi 5,51% di tahun 2022. Juga tantangan berupa fluktuasi harga minyak dunia sepanjang 2020-2022 karena adanya pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina.

Kendati begitu, menurut Agung, ada angin segar bagi Elnusa. Yakni, harga rata-rata harga minyak mentah Indonesia meningkat dari US$ 40,45/barel pada 2020 menjadi US$ 68,51/barel pada 2021, lalu naik lagi menjadi US$ 97,09/barel di tahun 2022.

“Dengan strategi dan program yang kami terapkan, hasilnya terlihat pada kinerja keuangan 2022 di mana revenue, net profit, dan EBITDA kami meningkat.”

Agung Fibrianto, Head of BOD Support & Investor Relations PT Elnusa Tbk.

Untuk menghadapi aneka tantangan itu, menurut Hera Handayani, Director of Human Resources & General Services PT Elnusa Tbk., pihaknya mencanangkan langkah-langkah aksi transformasi bisnis. Tema transformasinya ialah membangun ketahanan dalam memperkuat bisnis inti menuju pertumbuhan berkelanjutan. Dengan mengacu pada empat elemen Balanced Scorecard, rencana aksi transformasinya sebagai berikut:

Pertama, dalam perspektif learning and growth, Elnusa berupaya mengembangkan budaya perusahaan dan meningkatkan kompetensi karyawan berdasarkan tata nilai perusahaan. Kedua, dalam perspektif pelanggan (customer), Elnusa berupaya meningkatkan kualitas servis, membuka peluang bisnis baru, dan meningkatkan pangsa pasar.

Ketiga, dalam perspektif internal operation, Elnusa berupaya meningkatkan performa internalnya, dengan memperkuat supply chain, project excellence, asset management, juga kemampuan market intelligence. Dan keempat, dalam perspektif finansial, Elnusa berupaya meningkatkan cost leadership (misalnya, dengan menjadi efisien) dan revenue.

Bagaimana implementasinya? Terkait pengembangan SDM untuk total sekitar 1.800 karyawannya, Elnusa memperkuat kultur perusahaan. Yakni, dengan mengampanyekan nilai-nilai AKHLAK, tata nilai yang sudah ditetapkan oleh Kementerian BUMN.

Perusahaan ini juga mengggelar program Satu Elnusa, semacam program change management dengan memberikan reward untuk karyawan berprestasi. “Efektivitas program tersebut dapat terlihat dari naiknya skor level engagement dari tahun 2021 sebesar 3,50 menjadi 3,64,” kata Hera.

Mengenai jam belajar (learning hours), Elnusa menerapkan program jam belajar setiap karyawan minimal 300 jam/tahun. Data terakhir menyebutkan, realisasinya melebihi target, yakni rata-rata karyawan menghabiskan jam belajar 330 jam/tahun. Jam-jam belajar tersebut dilalui dengan kegiatan pelatihan, coaching & mentoring, sertifikasi, dan program-program Elnusa Academy lainnya.

Untuk eksekusi strategi yang terkait pemasaran dan pelanggan, Elnusa menerapkan tiga level program, yakni baseline program, growth program, dan sustainability program. Di level baseline, yang dikerjakan Elnusa adalah mempertahankan existing market dan memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa hulu migas terintegrasi.

Di level growth, Elnusa memperluas pasar dengan membidik proyek-proyek selektif di subholding Pertamina Grup. Adapun di level sustainability, Elnusa mengembangkan produk dan layanan baru yang potensial di bidang jasa migas dan energi baru dan terbarukan.

Dalam hal operasi internal, Elnusa berupaya mencapai level kerja terbaik, dengan mendapatkan sertifikasi standar internasional. Sejumlah standar ISO sudah dicapainya. Di antaranya, Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2005), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001: 2015), serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (ISO 45001:2018).

Elnusa pun sangat peduli dengan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3/HSSE). Sejumlah indikatornya memuaskan, antara lain Fatality 0, Lost Time Injury 0, Number of Accident 0, dan Total Recordable Incident Rate 0,02 –lebih baik daripada target yang sebesar 0,08).

“Pencapaian kami di luar aspek finansial perusahaan juga cukup memuaskan.”

Hera Handayani, Director of HR & General Services PT Elnusa Tbk.

Hera Handayani, Director of HR & General Services PT Elnusa Tbk.

Elnusa juga berupaya mendongkrak tingkat produktivitas dan efisiensi kerjanya. Antara lain, di sektor hulu migas, melakukan percepatan menyeluruh pada proyek-proyek yang sedang berjalan dan proyek-proyek baru.

Di sektor jasa distribusi dan logistik energi, berupaya meningkatkan produktivitas baik dalam aspek transportasi maupun depot, misalnya dengan meningkatkan volume thruput BBM. Lalu, di sektor jasa penunjang migas, Elnusa berupaya mengakselerasi transformasi digital, dengan penguatan manajemen data, layanan IoT, apps solution, dan layanan TI lainnya.

Dengan menjalankan sejumlah langkah transformasi tersebut, Agung Fibrianto mengklaim Elnusa telah menikmati hasilnya. “Dengan strategi dan program yang kami terapkan, hasilnya terlihat pada kinerja keuangan 2022 di mana revenue, net profit, dan EBITDA kami meningkat,” katanya.

Kenaikan revenue-nya signifikan, 51% YoY, dari Rp 8,1 triliun per Desember 2021 menjadi Rp 12,3 triliun per Desember 2022. Net profit bahkan naik 247%, dari Rp 109 miliar per Desember 2021 menjadi Rp 378 miliar per Desember 2022.

Dalam periode yang sama, net profit margin juga naik dari 1,3% menjadi 3,1%. Perbaikan juga terlihat pada cash flow, di mana ending cash balance Elnusa di akhir 2022 tercatat sebesar Rp 1,65 triliun, naik dari sebelumnya (akhir 2021) yang sebesar Rp 1,14 triliun.

Capaian lainnya juga terlihat dari sisi produktivitas karyawan. Rasio revenue/employee pada 2022 meningkat 68%, dari Rp 3,99 miliar/orang (2021) menjadi Rp 6,72 miliar/orang (2022). Adapun net income/employee meningkat 303%, dari Rp 51,3 juta/orang menjadi Rp 206,5 juta/orang.

“Pencapaian kami di luar aspek finansial perusahaan juga cukup memuaskan,” ujar Hera. Beberapa penghargaan sudah diraih Elnusa dari lembaga-lembaga terkemuka: World Safety Organization, Kementerian ESDM, dan Malaysia Innovation Association. (*)

Joko Sugiarsono/Renny Arfiani

www.swa.co.id



Quoted From Many Source

Baca Juga  Bank Mega Gandeng IHH Healthcare Permudah Nasabah Berobat di Malaysia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *