Garuda Indonesia dan Blu Gandeng Rekosistem Hadirkan Waste Station

Waste station hasil kolaborasi Garuda, Blu dan Rekosistem. (dok GIAA)

Isu pengelolaan sampah di Indonesia telah menjadi tantangan yang mendesak. Menurut data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sekitar 34,29% atau setara dengan 7,2 juta ton sampah nasional masih belum terkelola secara efektif. 

Menanggapi hal ini, Blu by BCA Digital, Rekosistem, dan Garuda Indonesia, bersama-sama memperkenalkan solusi melalui peluncuran dua Reko Waste Station di Garuda Sentra Operasi (GSO), area Bandara Soekarno-Hatta dan  Garuda Indonesia Training Center (GITC). Dua Reko Waste Station ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berpartisipasi menciptakan lingkungan berkelanjutan melalui pengelolaan limbah sampah khususnya sampah daur ulang dengan menyerahkan sampah daur ulang di kedua titik tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kolaborasi bersama ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan perseroan dalam mendukung keberlangsungan lingkungan. Sebelumnya Garuda telah melaksanakan berbagai inisiatif dalam mendukung sustainability melalui penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur pertama di Indonesia.

“Kami memiliki misi yang sama dengan Blu by BCA Digital dan Rekosistem untuk menciptakan sustainable environment bagi generasi penerus bangsa. Kehadiran Reko Waste Station ini tidak hanya mendukung sosialisasi dan penyediaan fasilitas pengelolaan diharapkan dapat menginspirasi seluruh masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” kata Irfan dalam siaran pers di Jakarta (22/12/2023).

Reko Waste Station ini diharapkan dapat merevolusi pemandangan pengelolaan sampah di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi ramah konsumen dan kemitraan strategis untuk mengurangi jumlah sampah yang belum terkelola dengan baik. Langkah ini sejalan dengan inisiatif Blu, yang tidak hanya mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menekankan pentingnya tindakan nyata dalam praktik berkelanjutan.

Baca Juga  San Manuel Pow Wow celebrates Native American culture at Cal State San Bernardino – San Bernardino Sun

“Kami antusias bekerja sama dengan Rekosistem dan Garuda Indonesia dalam menghadirkan Reko Waste Station ini. Bagi Blu, kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen kami terhadap lingkungan,” kata Duardi Prihandiko, SVP Head of Marketing Communications BCA Digital.

Duardi mengatakan pihaknya berusaha untuk menjadi bagian dari solusi melalui pemanfaatan teknologi yang dimiliki untuk dapat turut mendorong kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengelola sampah, dan inovasi yang mendukung kemajuan sistem dan teknis pengelolaan sampah yang lebih baik. “Ini adalah langkah kecil kami untuk menjaga keberlanjutan planet bumi dan melestarikan lingkungan  menjadi lebih baik,” kata Duardi.

Selain menjadi titik pusat pengelolaan sampah, Reko Waste Station juga sebuah simbol kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Melibatkan sektor bisnis, sektor keuangan, dan penerbangan, inisiatif ini memberikan contoh nyata bagaimana keberlanjutan dapat diwujudkan melalui upaya bersama. 

“Kemitraan ini merupakan wujud dari usaha bersama untuk meningkatkan persentase pemulihan sampah menjadi material, terutama pengumpulan dan daur ulang sampah anorganik. Pengolahan minyak jelantah juga menjadi salah satu fokus untuk mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel agar tercapai pengurangan karbon emisi demi visi Net Zero Emission di Indonesia,” kata Ernest C. Layman, CEO & Co-founder Rekosistem.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *