Harga Bitcoin Meroket, Investor Optimistis Iklim Investasi Kian Membaik

Ilustrasi mata uang kripto bitcoin (BTC). (sumber: Pixabay)

Bitcoin berhasil menembus harga US$50 ribu atau sekitar Rp778 juta (kurs Rp15.579) untuk pertama kalinya sejak akhir 2021. Melasir CoinMarketCap, kenaikan ini diikuti dengan menghijaunya sejumlah aset kripto lainnya, seperti Ethereum yang terapresiasi di level Rp41,4 juta atau 14,38% dalam sepekan. Kemudian, Solana juga naik 18,58% dalam sepekan menuju level Rp2,04 juta.

Merespons kondisi tersebut, Robby selaku Chief Compliance Officer Reku mengatakan, kenaikan harga Bitcoin ini juga dibarengi dengan sentimen positif pada iklim investasi secara keseluruhan. Momentum dan optimisme yang terbentuk ini menyasar instrumen investasi berisiko tinggi. 

“Namun selain pasar kripto, indeks saham AS seperti S&P 500 juga mengalami kenaikan 1,45% dalam lima hari terakhir dan 5,37% dalam satu bulan terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average juga turut mencapai rekor baru intraday yang didorong oleh saham-saham di sektor teknologi dan keuangan. IHSG juga mengawali pekan ini di zona hijau,” kata Robby dalam siaran pers di Jakarta, Senin (19/02/2024).

Kondisi itu, lanjut Robby, merupakan momentum bagi investor untuk mengoptimalkan peluang dengan mulai mempertimbangkan instrumen investasi berisiko tinggi. “Namun, investor tetap harus bijak dan cermat,” ucapnya.

Crypto Researcher Fahmi Almuttaqin mengatakan tahun Naga Kayu juga menyiratkan kepercayaan diri investor dalam mengambil risiko yang dapat dilihat dari tiga aspek. Pertama meningkatnya hash power atau kekuatan komputasi yang menjalankan blockchain Bitcoin, kedua meningkatnya aliran dana investasi masuk terlepas dari situasi suku bunga tinggi yang ada saat ini, dan ketiga berkembangnya beragam naratif yang didukung meningkatnya investasi ke projek-projek kripto baru di berbagai sektor.

Fahmi mengungkapkan, data Look Into Bitcoin menunjukkan hash rate Bitcoin secara konsisten membukukan new all time high khususnya dalam satu tahun terakhir. Hal ini menggambarkan optimisme dan keberanian para miner dalam berinvestasi di perangkat keras untuk melakukan penambangan, terlepas dari adanya Bitcoin Halving yang akan memangkas reward menambang Bitcoin pada April nanti.

Baca Juga  Pelumas Food Grade untuk Industri Pangan Ini Masuk ke Pasar Indonesia

Laporan aliran dana investasi masuk Coinshares pada 12 Februari 2024, terdapat peningkatan inflow yang konsisten dengan adanya US$1,1 miliar net inflow minggu lalu. Peningkatan tersebut membuat Asset Under Management (AuM) di instrumen kripto berada pada level tertinggi sejak awal 2022 di angka US$59 miliar.

“Menariknya peningkatan tersebut terjadi di saat situasi suku bunga masih relatif tinggi, di mana instrumen berisiko rendah seperti dollar AS dan surat utang negara dapat memberikan imbal hasil yang menarik. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan diri investor khususnya di kalangan institusional di AS dalam mengambil risiko lebih di tengah kemungkinan penurunan suku bunga yang masih belum begitu pasti,” ucap Fahmi.

Kemudian, perkembangan berbagai naratif di kripto sendiri mulai dari Gamefi, Layer 2, hingga ERC 404 yang baru-baru ini banyak mencuri perhatian. Berkembangnya beragam narasi yang juga turut didorong oleh proyek-proyek baru dengan dukungan besar dari komunitas dan investor ritel, turut menggambarkan tingginya optimisme dan keberanian para pelaku pasar. 

“Di tengah optimisme ini, kami terus menghimbau investor untuk tetap bijak. Perhatikan berbagai aspek terhadap teknologi baru serta memantau sustainability dari product market fit yang ada,” ujar Fahmi.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *