Indosat Ooredoo Hutchison Tumbuhkan People untuk Jaga Engagement

Lisa Qonita, Senior Vice President People & Culture IOH dalam webinar Employer of Choice 2023.

Perkembangan digital dan transformasi yang melanda hampir seluruh industri tidak dapat dipungkiri menimbulkan tantangan baru, tapi juga menjadi sebuah kesempatan bagi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Disrupsi dinilai memunculkan kesempatan bagi orang-orang yang adaptif dan forward thinking untuk menjadi trendsetter dan first adopter.

Indosat yang memiliki sekitar 3 ribu karyawan berusaha menciptakan lingkungan kerja yang memotivasi karyawan untuk terus mengembangkan diri dengan berbagai cara. Pertama-tama, perusahaan ingin memiliki pemahaman yang sama mengenai definsi dari ‘growth’, yaitu bagaimana karyawan dapat menjadi versi terbaik dari dirinya, baik dalam pekerjaan, perjalanan karier, maupun dalam kehidupan personalnya.

Untuk mencapai growth tersebut bukanlah hal mudah karena karyawan diharapkan untuk berada dalam posisi yang tidak nyaman karena pihaknya percaya bahwa growth begins at the end of comfort zone.

Dengan tujuan growth inilah maka Indosat mendorong karyawan untuk mengembangkan kompetensi mereka melalui program rotasi, cross-functional assignment, secondment, maupun global talent mobility yang mengharuskan karyawan keluar dari zona nyaman pekerjaan mereka sehari-hari.

Karyawan didukung dengan berbagai program lainnya untuk dapat terus mengembangkan diri baik untuk kebutuhan pekerjaannya saat ini maupun untuk aspirasi karier mereka seperti bekerja sama dengan Linkedin Learning untuk penyediaan online learning yang dapat mereka pilih sesuai kebutuhan masing-masing, development program spesial maupun reward khusus untuk para top talent dan successor.

Untuk menjadi top talent di Indosat didasarkan pada growth capacity karyawan, di mana penilaian yang dilakukan ialah terhadap potensi atau learning agility, kemampuan untuk beradaptasi dan menguasai situasi baru.

Lisa Qonita, Senior Vice President People & Culture IOH mangatakan dengan adanya dorongan dari perusahaan kepada karyawan untuk keluar dari zona nyaman, maka manajemen pun perlu untuk memberikan lingkungan kerja yang kondusif. “Kami memiliki employee value proposition yaitu ‘Indosat as where work feels good’ dan inilah suasana, kultur, dan pengalaman kerja yang kami ciptakan bagi karyawan. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan pengalaman kerja yang terbaik agar karyawan tetap engage dan bertumbuh di Indosat,” ujar Lisa.

Baca Juga  Cafe Kissa Terinspirasi dari Konsep Ikigai Jepang

Tidak hanya itu, pengalaman kerja yang ingin Indosat berikan pun tidak hanya berfokus pada pengalamannya selama di kantor, tetapi secara keseluruhan sebagai manusia yang utuh. Dan inilah yang mendasari mengapa perusahaan memberikan berbagai support untuk karyawan sesuai dengan fase karier maupun kehidupan personal mereka.

“Pengalaman kerja terbaik yang kami berikan didasari pada keyakinan bahwa setiap karyawan harus memiliki mindset of respect, baik terhadap diri sendiri, orang lain, maupun perusahaan. Dan dengan berpegang pada prinsip ini maka pengalaman kerja yang nyaman bagi semua orang dapat tercipta,” papar Lisa.

Terkait dengan pengukuran tingkat engagement karyawan, sebelumnya Indosat mengukur dengan menggunakan employee engagement survey dan hasilnya menunjukan bahwa proses integrasi karyawan selama transisi akibat merger berhasil dilakukan dengan lancar. Perusahaan melakukan survei sebanyak dua kali, di awal dan di akhir tahun dengan skor akhir yang di atas benchmark.

Saat ini, pihaknya tidak hanya mengukur engagement, tetapi juga memastikan bahwa karyawan memiliki pengalaman kerja terbaik dan bangga menjadi bagian dari Indosat. Irsyad meyakini bahwa karyawan yang puas dengan pengalamannya selama bekerja di Indosat akan merekomendasikan Indosat sebagai tempat kerja pilihan.

Adapun terdapat dua metode pengukuran kepuasan karyawan yang Indosat gunakan saat ini, yaitu Employee Net Promotor Score Survey yang dilakukan setiap kuartal untuk mengukur kesediaan karyawan merekomendasikan Indosat sebagai tempat kerja pilihan.

Dan kedua, kepuasan karyawan atas dukungan perusahaan di berbagai employee touchpoints selama perjalanan kariernya seperti proses on-boarding, rotasi, promosi, maupun pada momen-momen personalnya seperti menikah, memiliki anak, dan sebagainya. Pengukuran ini dipicu berdasarkan aktivitas, sehingga setiap kali ada aktivitas tersebut maka karyawan akan diminta untuk memberikan penilaiannya.

Baca Juga  J&T Cargo Edukasi Sektor Logistik kepada Pelaku UMKM

Meskipun organisasi mengalami disrupsi yang besar, baik dari kondisi eksternal seperti pandemi, maupun internal seperti merger, business performance Indosat menunjukan solid achievement setiap tahunnya yang melampaui ekspektasi banyak analis. Hal ini dapat dicapai dengan memiliki highly engaged & high performing team. Ini adalah wujud nyata dari we grow Indosat by growing our people.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *