Langkah WIKA Sehatkan Kinerja Lewat Kas untuk Modal Kerja

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy mengatakan keputusan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memprioritaskan penggunaan kas untuk modal kerja dan pembayaran mitra kerja dapat menjadi langkah awal dalam rangka memperbaiki kinerja ke depan.

Selain itu, menurutnya, keputusan ini juga penting untuk menyelamatkan mitra kerja (vendor) perseroan yang sedang mengalami kesulitan likuiditas. “Saya pikir ini bisa menjadi langkah awal dari rangkaian aksi berikutnya,” ujar Budi.

Budi meyakini WIKA tetap akan memenuhi kewajiban pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap I Tahun 2020 Seri A, karena berkaitan dengan kepercayaan investor terhadap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya pikir kewajiban ini tetap harus dipenuhi, tetapi waktunya saja minta di reschedule, karena akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap BUMN secara umum,” tuturnya.

Di sisi lain, Budi menyarankan WIKA ke depan untuk fokus terhadap projek- projek jasa konstruksi dan pembangunan, dan tidak menjadi owner dari proyek karena membutuhkan modal yang besar “Untuk itu WIKA perlu divestasi aset dan injeksi modal (PMN) jika diperlukan,”kata Budi.

Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya mengatakan, prioritas perseroan menggunakan kas untuk modal kerja dan pembayaran mitra kerja merupakan langkah penting untuk meningkatkan produksi proyek pada tahun depan. “Keputusan untuk menjaga arus kas dan menggunakan untuk modal kerja dan pembayaran vendor menjadi penting untuk menggenjot produksi projek di tahun depan,” ujar Mahendra.

Dengan demikian, perseroan mengajukan penundaan pembayaran pokok Sukuk Mudharabah PUB I Tahap I tahun 2020 Seri A yang jatuh tempo pada 18 Desember 2023. Selain itu, alasan perseroan lo mengajukan penundaan yaitu pemberlakuan equal treatment kepada para kreditur perseroan, khususnya kepada para pemegang obligasi PUB I Tahap 1 Tahun 2020 yang telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo pokok obligasi Seri A selama dua tahun dengan opsi beli (call option) sejak tanggal jatuh tempo, dengan perseroan tetap membayarkan bunga tanpa melakukan perubahan terhadap tingkat bunga dan jadwal pembayarannya.

Baca Juga  Ini Dia Tren Investasi Digital 2024

“Proyeksi arus kas di akhir tahun 2023, dimana perseroan memiliki keterbatasan dan memprioritaskan penggunaan kas untuk modal kerja dan pembayaran mitra kerja sebagai bagian dari langkah penyehatan,” jelas Mahendra.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *