Prudential Indonesia, Kembangkan Leader agar Bisnis Tetap Kompetitif dan Tumbuh

Dewi Satriani, Head of HR Business Partner Prudential

PT Prudential Life Assurance, yang lebih dikenal sebagai Prudential Indonesia, berdiri sejak 1995, sebagai bagian dari Prudential PLC. Dari tahun ke tahun perusahaan ini terus tumbuh. Perusahaan asuransi jiwa yang berkantor pusat di Jakarta ini, hingga tulisan ini dibuat, telah memiliki 356 sales office yang tersebar di 141 kota di Indonesia, 184 ribu agen, empat bank sebagai mitra bisnis, dan melayani 2,4 juta nasabah.

Menurut Dewi Satriani, Head of HR Business Partner Prudential, di tahun 2023 ada tiga fokus bisnis Prudential, yakni menumbuhkan bisnis, menumbuhkan pelanggan/nasabah, dan membangun people engagement.

Dalam hal mengembangkan bisnis, menurut Dewi, pihaknya menekankan pada kebutuhan konsumen. “Kami melihat produk yang sudah ada dan mencari gap dari produk tersebut. Jadi, kami menciptakan produk dengan bertumpu pada kebutuhan konsumen,” katanya.

Pertumbuhan bisnis Prudential tentu saja juga didukung oleh para agennya. “Kami membangun agency dengan membangun para leader-nya,” ujar Dewi. Sang leader memiliki KPI sendiri, yakni tanggung jawab untuk merekrut agen-agen baru.

Bersama Prudential, para agen dikembangkan dan diaktivasi, hingga siap menjual produk-produk Prudential. Para agen ini diupayakan agar memiliki double licence sehingga bisa menjual produk konvensional dan syariah.

Agar bisnis ini sukses, pada para agen pun harus ditanamkan visi-misi dan value yang sama. Caranya, Prudential berkolaborasi dengan semua mitra agensi. “Jadi, apa yang kami lakukan di Prudential di-mirror dengan para mitra kami, sehingga mereka memiliki visi-misi yang sama dengan kami,” kata Dewi.

Bagaimana dengan pengembangan SDM Prudential? Strategi penting Prudential yang terkait dengan SDM-nya antara lain membangun karyawan (people) yang engaged dengan perusahaan dan mewujudkan budaya high performance.

Pada prinsipnya, Prudential berupaya menjadi platform dan tempat kerja yang memungkinkan karyawan menjalankan pekerjaan terbaik mereka. Ada tiga value yang diterapkannya, yakni Connect, Grow, Succeed (#ConnectGrowSucceed).

Baca Juga  Kolaborasi Tiga Perusahaan Galakkan Gaya Hidup Sehat

Pengertian ringkasnya, Connect, dengan menjanjikan lingkungan kerja yang inklusif dan fleksibel; setiap orang dipersilakan menjadi diri mereka apa adanya. Grow, dengan menjanjikan setiap karyawan untuk tumbuh dan berkembang dengan adanya dukungan dari pimpinan, program pengembangan, hingga kesempatan untuk mempelajari new skills. Dan, Succeed, dengan menjanjikan bahwa karyawan dihargai keterampilan dan kontribusinya, dan diperhatikan kesehatan dan kondisi wellbeing-nya.

Dewi mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Prudential perlu menjalankan program pengembangan. Pertama, agar tetap kompetitif. Perusahaan harus menjalankan program transformasi serta beradaptasi dengan teknologi baru dan model bisnis inovatif.

Kedua, terus menumbuhkan bisnis, dengan meningkatkan keterampilan (upskilling) karyawan. Ketiga, memastikan perusahaan memiliki program suksesi bagi posisi-posisi penting melalui karier yang jelas dan kesempatan untuk berkembang.

Prudential menjalankan tiga macam program pengembangan. Pertama, Leadership Development Program. Prudential melakukan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap segmen talent, yang dibagi-bagi dalam beberapa segmen, yakni Top Talent, Emerging Talent, Rising Talent, dan People Manager (PruSynergy).

Untuk top talent, ada program Transformation Journey, termasuk di luar negeri, dengan tujuan membangun leadership, networking, dan self-awareness.

Untuk emerging talent, ada Acceleration Program, bekerjasama dengan lembaga asesmen, terutama agar talent menyadari jatidirinya sebagai leader. Yang tak kalah menariknya ialah Lead with Purpose Mentoring. “Program ini untuk melengkapi talent menjadi leader dan memiliki purpose yang baik, serta sesuai dengan tujuan perusahaan,” kata Mirna Reniwati Harahap, Head of COE Prudential.

Prudential juga punya program Leadership Oddyssey untuk para rising talent melalui pelatihan di kelas, social learning, coaching, dan membuat project. Lainnya, program Excellent Leadersip Camp untuk kalangan people manager (PruSynergy).

Kedua, Functional Development Program. Ini seperti program management trainee di perusahaan lain, tapi khusus untuk kalangan agency dan aktuaris, dalam bentuk Agency Development Program dan Actuary Development Program.

Baca Juga  Apindo Proyeksikan Ekonomi RI pada 2024 Tumbuh 4,8 - 5,20%

Khusus mengenai pengembangan talenta aktuaria, menurut Mirna, sangat jarang diadakan di tempat/perusahaan lain. “Karena itu, kami jalankan program functional development untuk mengembangkan dan mempertahankan para talenta di bidang actuary ini,” katanya.

Program pengembangan talenta aktuaria ini bertahap, mulai dari Actuarial Executive, Actuarial Senior Executive, Actuarial Assistant Manager, hingga Actuarial Manager.

Ketiga, program membangun high performing team. Dalam hal ini, Prudential memiliki program engagement activity yang fokus pada pengembangan inklusivitas dan wellbeing karyawan, serta untuk meningkatkan sense of belonging.

Prudential juga memiliki Gigs Opportunity Marketplace di mana karyawan bisa mempelajari keterampilan baru, serta meningkatkan kolaborasi dan leadership,” ungkap Jenny Chandra, Head of Reward, HR Operations & People Analytics Prudential.

Masih dalam program membangun tim berkinerja tinggi ini, Prudential juga menjalankan Business Innovation and Operational Excellence, yang diimplementasikan dalam bentuk kompetisi. Selain itu, dalam konteks masa depan, Prudential menjalankan program yang menyiapkan future-ready skill, di antaranya melalui bekerja kolaboratif dan ajang story telling.

Mirna menyebutkan, ada beberapa persyaratan (requirement) yang harus dipenuhi untuk naik level atau promosi. Misalnya, tahun pengalaman (years of experience) dan kualifikasi profesional. “Kami memiliki program yang terstruktur. Dengan begitu, kami berharap mereka betah bekerja di perusahaan ini,” katanya.

Menurut Jenny, di tahun 2023 Prudential telah mencapai succession rate 53% untuk critical roles. Promosi karyawan dalam tiga tahun rata-rata sebanyak 135 orang per tahun. Partisipan dari karyawan berprestasi yang terlibat dalam gig projects mencapai 33 orang per tahun dan dalam aktivitas Operational Excellence 40 orang per tahun.

Selanjutnya, 22 orang mengikuti Actuarial Development Program dan 1.065 orang menyelesaikan program Future-Ready Skill. Adapun total talenta yang teridentifikasi sebanyak 186 orang. (*)

Joko Sugiarsono & Anastasia A.S.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *