Rahasia Sukses Rima Tanago Kembangkan UMKM Toko Kelontong lewat Sampoerna Retail Community

JAKARTA. Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terbukti tangguh menghadapi beragam tantangan ekonomi sehingga tetap mampu berkontribusi bagi perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor UMKM dalam menopang ekonomi nasional di kala pandemi dan di tengah resesi global. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pengembangan sektor ini menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.

Rima Tanago, Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS)

Semangat mengembangkan UMKM ini terpatri di diri seorang Rima Tanago, Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) yang memiliki visi mewujudkan UMKM #JadiLebihBaik. Semangat itu lah yang mendorongnya untuk terjun ke lapangan menemui toko-toko kelontong saat ia menjabat sebagai Head of Zone PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) untuk regional Jawa Barat pada September 2019-Desember 2020. Kala itu, Rima secara rutin mendatangi berbagai toko kelontong di Jawa Barat untuk berdiskusi tentang cara meningkatkan bisnis pada skala toko kelontong.

Dari diskusi itu, Rima dan timnya lantas menjalankan berbagai program untuk meningkatkan beragam aspek toko kelontong agar mereka semakin maju. Pengalaman itu menjadi bekal berharga bagi Rima, dan membuatnya terus melangkah maju untuk mengembangkan sektor UMKM, khususnya toko kelontong, yang hingga hari ini berkembang begitu pesat dan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rima pun dipercaya memimpin SRCIS sejak Januari 2021. SRCIS sendiri merupakan anak perusahaan Sampoerna yang berfokus untuk terus mewujudkan komitmennya dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya toko kelontong yang tergabung ke dalam Sampoerna Retail Community (SRC). Hingga Kuartal III 2023, jumlah toko SRC di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 243.000 toko yang tergabung dalam 8.200 paguyuban, serta aktif berkolaborasi dengan 6.300 Mitra SRC yang merupakan toko grosir.

“Saya bersyukur selama 18 tahun berkarir di Sampoerna saya berkesempatan untuk belajar banyak hal,  mulai dari pola pikir customer centric, pemberdayaan, kerja sama, supply chain, hingga leadership,” tutur Rima.

Karir Rima di Sampoerna tergolong moncer. Berbagai posisi diembannya di sejumlah daerah, mulai dari Junior Programmer Analyst (2005-2007) di Surabaya, Kepala Pengembangan Bisnis Komersil dan Manajer Regional di Sulawesi Utara, Manager Customer Service dan Manager Sales Strategic Planning & Budget Management di Surabaya. Perjalanan karir ini membuatnya  memiliki pengalaman yang kaya dan pemahaman yang mendalam terkait kebutuhan pengembangan bisnis di SRCIS.

Rima juga dipercaya untuk menjalani penugasan internasional yang semakin memperkaya pengalamannya. Perusahaan pernah menugaskan Rima sebagai Executive Sales & Operations Planning Philip Morris International, perusahaan induk Sampoerna, di Lausanne, Swiss pada Februari 2013 hingga Juli 2014. “Tugas saya di Swiss antara lain mengelola supply chain,” ujar Rima. Tuntas mengemban amanah di Swiss, Rima kembali ke Indonesia dan melanjutkan tour of duty di Surabaya, Manado, Bandung, serta Jakarta.

Baca Juga  Berdayakan Puluhan Ribu UMKM, IDE by Indosat Business Optimalkan Platform Digital

Sederet pengalaman itu, menjadi bekal penting untuknya dalam menahkodai SRCIS. Sebab, pengalaman sangat menentukan kefasihan dalam memimpin. Rima juga terbantu oleh timnya yang disiplin dan konsiten menyambangi toko-toko kelontong anggota SRC. Kunjungan itu SRCIS lakukan untuk memberikan pendampingan dan pembinaan bagi para pemilik toko, yang di antaranya meliputi manajemen pengelolaan toko seperti penataan toko, strategi pemasaran, pengembangan SDM, manajemen keuangan, hingga pelayanan pelanggan. Tim SRCIS juga membantu para pemilik toko kelontong untuk membenahi toko mereka agar rapi, bersih, dan terang sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Rima bersama tim SRCIS juga bahu-membahu melahirkan berbagai inovasi dalam mendukung digitalisasi pelaku UMKM. Melalui ekosistem digital AYO by SRC, seluruh Toko SRC, Mitra SRC serta konsumen SRC dapat terhubung untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ia menyebut, hal ini dilakukan agar UMKM Indonesia, sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi nasional, dapat semakin naik kelas dan terus meningkatkan daya saingnya di era transformasi digital.

“SRCIS telah menggelar berbagai program untuk membina UMKM, mulai dari inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi,” tutur Rima.

Berbagai upaya Rima dan seluruh tim SRCIS dalam mewujudkan toko kelontong SRC #JadiLebihBaik pun berbuah hasil. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi toko kelontong SRC bagi perekonomian Indonesia. Omzet Toko SRC secara keseluruhan pada tahun lalu diperkirakan mencapai Rp236 triliun, atau setara dengan 11,36% dari total PDB Retail Nasional tahun 2022 sebesar Rp2.077,43 triliun.

Berdasarkan riset yang dilakukan Tim Riset Kompas Gramedia Media, para pemilik Toko SRC merasakan manfaat setelah bergabung dengan SRC, khususnya dalam peningkatan daya saing. Para pemilik Toko SRC tersebut menyebut rata-rata omzet mereka setelah bergabung menjadi Toko SRC adalah Rp85.000.000/bulan atau mengalami kenaikan rata-rata hingga 42%. Di samping itu, 77% toko kelontong anggota SRC memiliki usaha tambahan sejak bergabung dengan SRC.

Dalam aspek digitalisasi, sebanyak 90% toko SRC kini telah mengadopsi digitalisasi melalui ekosistem digital AYO by SRC. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 10% toko kelontong non-SRC yang telah terekspos digitalisasi.

Tidak hanya bagi para pemilik toko, keberadaan SRC juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Seperti bagi UMKM di sekitar Toko SRC yang memperoleh manfaat dari Pojok Lokal, sebuah rak khusus yang didedikasikan bagi produk UMKM di sekitar Toko SRC. Tercatat, omzet produk UMKM yang dipasarkan melalui Pojok Lokal di Toko SRC 40% lebih tinggi dibandingkan dengan omzet produk UMKM yang tersedia di toko kelontong non-SRC. Bahkan, secara nasional total transaksi di Pojok Lokal mencapai Rp5,65 triliun. Selain itu, SRC berperan dalam membentuk lapangan kerja di mana 51% Toko SRC berhasil membuka lapangan pekerjaan baru melalui penambahan karyawan.

Baca Juga  Pertamina Hulu Energi Terapkan Strategi Sinergi Operasi

Berdasarkan data ini, Rima sangat mengapresiasi timnya di SRCIS yang kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program pemberdayaan toko kelontong SRC. “Tahun 2023 ini menandai SRC sudah berlangsung selama 15 tahun. Kami berkomitmen untuk meneruskan ini dan senantiasa berinovasi serta berimprovisasi untuk meningkatkan skala bisnis UMKM,” ucapnya.

Cikal bakal SRC bermula pada tahun 2008 di Medan, Sumatra Utara.  Dulu, jumlah toko kelontong yang bergabung dengan SRC hanya 57 toko. Seiring berjalannya waktu, anggota SRC terus bertambah secara pesat hingga hari ini. Lantas, SRCIS meluncurkan beragam inovasi untuk mendukung ratusan ribu toko-toko kelontong anggota SRC. Salah satunya melalui aplikasi AYO SRC yang diluncurkan pada 9 Mei 2019,  untuk memudahkan para anggota SRC dalam mengelola rantai pasok, berhubungan dengan pelanggan, serta mendapatkan informasi dan praktik bisnis termutakhir.

Pada 2023, SRCIS memutakhirkan aplikasi AYO by SRC yang terdiri dari tiga aplikasi, yakni My AYO by SRC yang disediakan bagi para pelanggan Toko SRC, AYO Mitra by SRC yang diperuntukkan bagi mitra grosir, dan AYO TOKO by SRC untuk para toko kelontong.

Rima juga menyampaikan, upaya SRCIS mewujudkan UMKM #JadiLebihBaik juga dijalankan melalui berbagai kemitraan dengan partner strategis. Dalam hal akselerasi literasi digital dan inklusi keuangan UMKM, sebagai contoh, SRCIS bermitra dengan BRI dan Link Aja yang dapat memberikan kemudahan transaksi digital (pulsa listrik, telepon, hingga pembayaran iruan BPJS) di toko kelontong.

Pada tahun ini, Rima juga memperluas kemitraan bisnis SRCIS  melalui kolaborasi dengan PT Tirta Investama (Aqua). Kolaborasi ini dilakukan untuk memudahkan toko SRC mendapatkan produk Aqua sehingga konsumen pun semakin mudah mendapatkan produk-produk itu. Ada pula kemitraan antara SRCIS dan Grab untuk memfasilitasi anggota-anggota SRC agar terkoneksi dengan layanan digital dari Ekosistem Grab.

Kiprah SRCIS memberdayakan UMKM untuk naik kelas itu diapresiasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. “Warung SRC membantu menjaga daya beli masyarakat, dan toko kelontong SRC menyediakan barang dengan harga terjangkau,” ujar Airlangga.

Rima tidak ingin berhenti di sini. Ke depannya, ia dan SRCIS berkomitmen untuk melanjutkan kontribusi SRC bagi perekonomian nasional. Rima menyebut SRCIS telah merancang program yang ditujukan agar UMKM toko kelontong SRC dapat terus berinovasi dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. “SRC berfokus mentransformasi toko kelontong menjadi adaptif dan inovatif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini. Sinergi baik antara ekosistem SRC dan pemangku kepentingan, maupun kolaborasi dengan mitra strategis juga terus kami optimalkan agar dampak dan kontribusi UMKM terus berkelanjutan,” ujar Rima



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *